Monday, February 15, 2010

Cr3471v3

Salah satu tujuan saya mengumpulkan mainan lego, kertas gambar dan crayon, beberapa puzzle, memasang Wii dan menginstall software encarta di komputer  supaya si Humam mendapat stimulasi yang cukup untuk berkembang menjadi anak yang kreatif.

Belakangan  saya melihat ada sedikit manfaat yang sudah mulai terlihat. Bibit bibit kreativitas mulai muncul, pesawat lego humam sudah semakin kompleks, sudah multi layer dan tidak selalu simetris. Dalam hal menggambar dan mewarnai, goresan pesawatnya tak lagi tunggal, namun sudah mulai banyak dan juga mengandung cerita yang agak seru. Nah mengenai Wii, Humam adalah pengguna casual, dia nggak terlalu eager main video game. Namun untuk mengoprek PC sudah lumayan, barusan dia sudah mulai bikin slide power point pertamanya.

Saya pingin juga me-mix bibit krteativitas itu dengan disiplin, karena belakangan distorsi kreativitas datang dari mahluk bernama pengekangan sekaligus pembiaran. mendiang Prof. Randi Pausch pernah menyitir bahwa kreativitas yang menjadi sari pati bakat penciptaan atau rekayasa lahir ketika si anak di beri keleluasaan seluasnya untuk berekspresi.Namun disisi lain saya ingin si Anak juga punya self control yang akan membuat ide dan kreativitas menjadi suatu hal yang executable, workable bahkan nantinya berguna.

Jadi Humam saat ini harus beresin mainannya dengan rapih, harus mandi sendiri dan pakai pakaian sendiri , makan sendiri, mulai punya jadwal dan dilatih merancang planning-nya secara mandiri. Dan sebagai reward-nya bulan depan saat ulang tahun, sepeda warna metallic incaran saya itu bolehlah jadi hadiah ulang tahunnya.

Friday, February 12, 2010

Kuman Kumon

Satu hal positif dari plesetan, saya dapati dari peristiwa yang telah berlalu 5 tahun, 3 bulan lalu dan 5 jam yang baru lewat. Suatu sore yang macet di rasuna said saya melihat sebuah billboard di jembatan penyebrangan, sebuah brand yang unik. Waktu itu saya salah membacanya mungkin karena sambil menyetir maka selintas saja terlihat tulisan 'Kuman'. Padahal konten iklan itu tentang sebuah lembaga pendidikan anak yang mengkhususkan pada penanaman ketrampilan berhitung dan matematika melalui latihan dan pembiasaan, ya Kumon lah yang kemudian saya ingat, setelah berkali kali melintas billboard itu dan tak salah lagi membacanya..

5 tahun kemudian saat yang sama anak saya sudah lewat 5 tahun usianya, istri saya menganjurkan untuk memasukan Humam ke Kumon di dekat rumah. Terbayang memori lampau dan diiringi rasa ingin tahu yang berpilin dengan harapan, segera saja saya setuju dan mendukung niatan itu.

Hari ini, 5 jam yang lalu setelah lebih dari 3 bulan Humam berkutat dengan Kumon, setiap hari dia isi dengan mengerjakan baris demi baris soal pekerjaan rumahnya, terkadang dengan kesalnya karena harus menjeda permainan atau menunda nonton Tom and Jerry yang sedemikian dia senangi. Ya hari ini saya menerima rapor Kumon Humam, tertulis kalau dia sukses naik ke level 2A dengan predikat Alhamdulillah Baik Sekali;).

Saya juga menyaksikan selama ini bahwa betapa anak kecil itu melahap soal matematika dengan santai, soal berhitung yang bagi sebagian anak anak lain adalah mimpi buruk, kadang menjadi leisure time buat humam. Sekali waktu saya lihat betapa dia bisa demikian cepatnya menggarap soal soal itu seolah tanpa berfikir mengisi kolom demi kolom, sambil santai tengkurap dan memain mainkan pensilnya.

Metode model begini ternyata tak sekedar membuat anak pintar, tapi saya bersyukur bahwa yang lebih penting dari itu adalah aktivitas rutin ini menjadi engagement media yang efektif untuk memperkenalkan dan menstimulasi anak bersiap menghadapi konstruksi berfikir logis. Untuk itu penting rasanya memperkenalkan anak anak dengan aktivitas model begini sedini mungkin.

Tak heran saya akhirnya menerima hikmah Kumon seolah sebagai 'Kuman', yang pelan pelan masuk ke alam pikir mentransmisikan wabah positif matematika, saya berharap Humam bisa demam akibat 'Kuman' yang satu ini, demam untuk mengasah logikanya setiap hari. Selamat ya Nak, terimakasih 'Kuman' Kumon !

Wednesday, February 10, 2010

Socrates pun termehek mehek

Belakangan kami senang menonton program reality show di TV. Kawan kawan ada yang mengidentikan kebiasaan ini dengan aktivitas 'mencandu sampah' audio visual. Sedang saya mencoba memandangnya dari perspektif berbeda, semata karena kami duduk disofa menyaksikan episode demi episode itu tidak sebagai couch potato, namun ada sekelumit pengalaman lain yang kami rasa layak di bagi tuliskan.

Favorit kami pertama adalah 'Masihkah Engkau Mencintaiku', sedangkan yang kedua tentu saja 'Termehek-Mehek'; dua reality show ini menggunakan metode klasik yang sama, yaitu bertanya. Ya ...bertanya dan terus mempertanyakan adalah sebuah cara yang akan menggiring kita pada pola pikir rasional, membuka sedikit demi sedikit kebenaran yang obyektif, dan menerbitkan ide ide. Acara ini mengingatkan saya pada Metode Socrates, sebuah pendekatan yang kemudian menginspirasi kelahiran Case Method di sebuah sekolah hukum dan bisnis nun jauh di belahan benua Amerika sana. 

Sementara di ameriki sini, saya menyaksikan seolah sebuah kasus di bacakan di awal acara itu, dan ketika pertanyaan demi pertanyaan terjawab dengan berbagai respon yang berkonflik satu sama lain, bahkan dramatik, maka sedikit demi sedikit problempun teridentifikasi.

Di kelas 'Masih kah Kau Mencintaiku',  Prof. Helmi Yahya akan mulai melontarkan pertanyaan pertanyaan yang membuka berbagai alternatif arah action, dan respon dari panelis akan tampil menggambarkan analisis konsekuensi logikal. Demikian juga di 'Termehek mehek', setiap ada clue baru selalu diikuti pertanyaan demi pertanyaan, keraguan dan misteri yang seakan perlu dikuak.

Aura psikologis biasanya mulai tampil dalam bentukan seolah acara acara ini adalah media Terapi Kognitif. Panelis akan tampil bagai Terapis yang berkolaborasi dengan klien mencoba menguji asumsi asumsi yang berkembang, dan mempertanyakan kembali berbagai belief yang terkadang terlihat sebagai akar penyebab konflik. Membongkar berbagai belief itu, dan membangun sebuah dialog yang emosional, namun mencerahkan. Sering kita menyaksikan para obyek acara ini seolah tersedak atau hanya sekedar berhenti sejenak setelah strucked by lightning terkena sentuhan hikmah dari dialog dialog yang terbangun.

Di akhir acara apapun keputusannya, berbagai opsi telah dibahas, juga penyebabnya. Disaat inilah sering kita ber refleksi dan menggunakan hikmah dari setiap kasus sebagai bahan renungan. Kadang kami membincangkan kasus demi kasus, mengulang menonton nya kembali di youtube, atau sekedar merangkai satu episode sebagai insight bagi episode lainnya.

Proses belajar kita dalam membina keluarga mengandalkan pengalaman kita yang diturunkan oleh orang tua kita masing masing, untuk menambah bobotnya kadang kita bisa baca berbagai literatur, mengikuti talkshow, dan kini kita pun melihat dengan bijak produk multimedia berwujud reality show ini untuk menjadikannya sebagai bahan renungan. Memang kasus dami kasus yang tampil adalah kasus konflik berat, bahkan terkesan kasus devian, namun dari simulasi ekstrem akan lebih terlihat hikmah yang dapat diambil.

Jika di Harvard Business SchoolMBA student setidaknya harus melahap 500 kasus bisnis, nah sementara kami di kelas MLR (My Family Living Room) sedikit belajar tentang hidup dari Socrates yang termehek mehek.

Tuesday, February 9, 2010

filosofi zillij

Mozaik yang menjadi ciri khas arab berkembang di berbagai belahan dunia, ornamen geometris islami yang di kenal sebagai zillij di maroko ini menjadi ciri berkembangnya seni islam. Tak hanya di arab, eropa, maghribi, persia, india, cina, bahkan sampai juga di Indonesia yang konon dimanifestasikan dalam pola repetisi di seni membatik. Keunikan dari bentukan desain ini adalah ciri mozaiknya, dimana bentukan yang kompleks lahir dari kepingan sederhana yang berulang.

Secara historis kelahiran mozaik merupakan antithesis budaya fetishism yaitu pemujaan terhadap berhala, tubuh dan mahluk, paham yang di kritik oleh syariah. Mozaik yang mampu mengekspresikan keindahan tanpa mentransmisikan nafsu badaniyah (bahkan haywaniyah) menghiasi berbagai medium termasuk arsitektur, perkakas, kriya, mode, bahkan batu nisan.

Secara filosofis zillij adalah manifestasi semangat KeTuhanan. Misalnya keberadaan titik pusat mozaik yang sering berupa bintang sisi delapan ditengah merupakan simbolisasi eksistensi Tuhan sebagai awal dari segala sesuatu, alurnya yang kemudian berulang dari tengah keluar adalah Wujud proses penciptaan Alam Semesta dimana berasal dari Tuhan. Dan Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan penuh keteraturan, inilah fenomena zillij yang lain dimana keteraturannya dapat dimodelkan dalam permodelan matematika yang mutakhir melampaui zamannya

Ornamentasi yang berulang sampai jumlah yang banyak bahkan sampai Tak terhingga lagi lagi merupakan clue akan Sifat Tuhan yang tak hingganya meliputi segala sesuatu. Dan impresi puncak dari wujud ornamen geometris islami ini adalah Keindahan yang terlihat ketika oramen membentuk bentukan yang sempurna dari kepingan yang subtil.

Tuhan menciptakan Alam, ciptaan yang kompleks namun beraturan.
Disempurnakannya sehingga mewujud menjadi keindahan

Viral Booster

It is true that  biological phenomenon inspired mankind to understand their being, the case of virus existence assure that. Virus word have a true meaning as poison, something terrible for human. More than 50 thousands kind of virus recognized life in our planet, a bunch of them just attack my family.

From the other point of view we may learn contrary perception which is positive. One of that is the virus way of replicate themselves which i considered as one of God's miracle. This writing will mark my stepping stone in learning how biological phenomenon inspired IT and Marketing through the help of virus.

Long time the words 'viral marketing' had become a buzzword, Management consultants McKinsey & Co. estimate that twothirds

of the US economy is driven by word of mouth. After Ponzi sheme and MLM which already negatively perceived,  the concept deals with how to ignite people to pass on the message from one to another self willingly, not just create word of mouth what more important is that to getting a message out with little time, minimal budgets, and maximum impact.

 To create such condition the credo of 'Content is a King' is really true. The content which people like to share, because if people like to pass it along thats what really about. So it is important to create and execute an idea that's intriguing enough to get consumers to interact. Viruses do not spread by chance. They let the high-frequency behaviors of their hosts carry them into new territories.

One of the successfull content strategy which already become a classic case was 'The Hire' movie created for BMW brand. This campaign was made after eight short film being made by eight well known director among them are Ang Lee, Guy Ritchie...the story highlighted the performance aspects of various BMW automobiles, and the end results were staggering: the series had been viewed over 100 million times in four years and had changed the way products were advertised. Several companies attempted to capitalize on the success of BMW's film series. In 2002, the Nissan car company produced their own short film featuring their newly reintroduced 350Z. Entitled The Run.

Yes ! high quality movie was the huge content for viral marketing, but The Hire campaign was suspended because the cost was so high. There are several tactical booster which can be add to amplify cheaper media presence. One of the idea was to create leak.

The release of the 2007 concept album Year Zero by Nine Inch Nails involved a leaking tactics, including the band leaving USB drives at concerts. This was followed up with a series of interlinked websites revealing clues and information about the dystopian future in which the album is set.

Other booster was rumors spreaded through gossip show, here in Indonesia the highest occupier of air wave are infotainment, one gossip show can ignite the first blow, and the tipping point will be reached after the artist become a centerpoint of the crowd with mic and camera, chasing their statement. Not long before people start to talk about the issue as the object of mind control.

For personal brand gossip media can be used, but it is too difficult to control how the perception will be created after control is under the media not the object. Media relation strategy can be applied to deal with such turbulence. The advanced form of it was when Richard Branson made headlines by appearing to jump naked into New York's Times Square to promote his company's new cell-phone service.

I have a silly idea that rather than advertise a serial of campaigns on Free calls, mobile operator may facilitate such manufactured leak that their service can be used for free if people use some secret code, this type of underground campaign will spread through social networks, people will send email, quoted in chat room even passed on from one group to another. People will talk about it, an information being leveraged as important tips, and those tips will spreaded as rumors. At the end of the day the operator can fill the air wave with concluded Ad that their brand is truly free, the secret code become common code, and another case sealed by success.

Viruses do not become epidemics until they reach the tipping point and those creature are smarter: They find a way into the host under the guise of another.