Menjemput Humam di klub bulutangkis nya membuat bangga, melihat dia sudah besar bergabung dengan kumpulan yang lebih banyak dan lebih besar. Aktivitas fisik yang dijalani anak energik ini di rumah memang kurang, amat sangat tidak memadai. Itulah maka ia terlihat begitu excited, melakukan semua drill training, push up, pull up, shit up, lari, loncat, dan berbagai aktivitas diikutinya dengan senang.
Pelatihnya Pak Pram sempat bilang betapa semangatnya Humam hari ini, mengingatkan saya ketika bertemu gurunya miss olga di doha, yang bilang hal yang sama menggaris bawahi kesenangan anak ini berhitung dan membaca. Dan kini disaat Humam memasuki aktivitas baru yang lebih fisikal, maka betapa senangnya saya karena dia mengawalinya dengan baik.
Kalau ada waktu saya pingin menjemput dan menyemangatinya setiap ada kesempatan, setiap saat dia stretch potensi dirinya yang meluap luap itu. Masa kanak kanak nya terasa amat singkat , hanya beberapa tahun kesempatan kami orang tuanya untuk memanfaatkan masa kecil ini supaya bisa berharga untuknya, untuk melangkah ke masa depannya kelak.
Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts
Friday, June 18, 2010
Thursday, April 29, 2010
Is the losing game
Before we agree on how to value it
just remember one way or another
that giving is the only thing that matter
we are fool if we just wait to be served by the other
since loosing what we bare truly to our lover
To you the three jewel of my heart
I bow and offer you my self
your cry will be the sword slashing
your smile is the ray lightning
Love you all from this night till morning
at every beat of my merry heart in waiting
.....................
just remember one way or another
that giving is the only thing that matter
we are fool if we just wait to be served by the other
since loosing what we bare truly to our lover
To you the three jewel of my heart
I bow and offer you my self
your cry will be the sword slashing
your smile is the ray lightning
Love you all from this night till morning
at every beat of my merry heart in waiting
.....................
Membaca Humam Membaca
Belakangan saya menyaksikan deminishing of passion humam membaca, setelah sukses menarik perhatiannya ke lego blocks, beberapa simulator di PC, Wii, dan aktivitas fisik, Humam mulai mengalami penurunan minat 'aca uku' (kata ini di sebut humam sejak dia baru mulai bicara)Agak sedih, namun peristiwa ini perlu disikapi dengan aksi progresif revolusioner. Jadilah saya bersiasat untuk merangsang tumbuhnya minat baca Humam lagi. Kali ini saya ajak dia melihat website nya Kidzania, berbagai aktivitas tersaji dalam pola role playing, Humam memilih Pilot, dan Pembalap (so obvious), keinginannya besar untuk ke sana. Nah lalu saya kasih challange, kalau Humam bisa baca buku minimal 3 buku sehari, ok lah kita ke Kidzania. Tentu buku buku yang relevan dengan pilihan perannya itu, kebetulan buku tentang pilot dan mobil balap kita punya. Oh ya biar tambah seru saya juga akan membaca ulang buku buku itu sebelum tidur malam harinya.
Memang Habit, kalau di hapus huruf awal H nya masih ada a Bit, kalau a kecil itu di hapus juga masih tersisa Bit, kalau B nya di buang masih ada kata it.......wow butuh stamina untuk konsisten
Malam ini kita coba lagi ya nak'
Saturday, March 27, 2010
Imajinasi Kreatif
Setelah menonton film naga 3D itu Humam semakin tertarik dengan dunia animasi. Tentu saya tak rela membiarkan dia hanya menjadi konsumen produk Dreamworks, memposisikan tontonan sebagai leisure eskapis atau paling pol stimulus kecerdasan yang amat mahal. Sementara Bundanya lebih senang kalau stimulasi bisa di lakukan seketika melalui permainan aktif, perjalanan dan aktivitas yang kaya pengalaman lainnya.
Namun akhirnya saya menemukan satu pelajaran ringan bahwa saatnyalah ketika si anak menemukan ketertarikan, kita para orang tua berupaya kreatif memanfaatkan excitement itu untuk didorong melakukan hal hal berguna lainnya.
Selanjutnya anak ini saya ajak menjadi animator rumahan cilik. Ceritanya begini, saya ajak Humam untuk melanjutkan hobby menggambarnya menjadi proses menggambar yang lebih seru, yaitu dengan memasukan cerita melalui penokohan, alur dan elemen story telling lainnya untuk masuk memperkaya bidang gambarnya. Dan seketika selesailah Humam menggambar kisah serunya itu (Kali ini dia bertutur tentang UFO, mobil balap dan pesawat tempur....what a weird story whatever ;)) berkembanglah gambar itu menjadi sebuah story board sederhana.
....saya ajak dia mengutak utik fungsi animation pada Microsoft Power Point, sambil menggunakan fungsi unduh gambar di google pics, dan referensi cerita dari youtube. Sejam kemudian kisah di bidang kertas sudah berpindah di ruang digital, dan valla ! tak terasa dengan slideshow maka animasi sederhana karya sang animator cilik ini pun lahir sudah, berikut dengan suara boom bang buzz nya hahahaha.
Sebentar lagi Humam sekolah, saya ingin dia mengeksplorasi banyak aktivitas sebelum memasuki sistem rigid yang padat kurikulum (bayangkan anak sekecil itu harus bersekolah dari pagi buta hingga petang....full day school katanya)
Saya ingin anak ini mengasiki minatnya........ yang kemudian merangsangnya untuk bermimpi, menggelembungkan mimpi-mimpinya itu....memotivasinya...mengejarnya...dan meraihnya nanti dikemudian hari...Amiin.
Namun akhirnya saya menemukan satu pelajaran ringan bahwa saatnyalah ketika si anak menemukan ketertarikan, kita para orang tua berupaya kreatif memanfaatkan excitement itu untuk didorong melakukan hal hal berguna lainnya.
Selanjutnya anak ini saya ajak menjadi animator rumahan cilik. Ceritanya begini, saya ajak Humam untuk melanjutkan hobby menggambarnya menjadi proses menggambar yang lebih seru, yaitu dengan memasukan cerita melalui penokohan, alur dan elemen story telling lainnya untuk masuk memperkaya bidang gambarnya. Dan seketika selesailah Humam menggambar kisah serunya itu (Kali ini dia bertutur tentang UFO, mobil balap dan pesawat tempur....what a weird story whatever ;)) berkembanglah gambar itu menjadi sebuah story board sederhana.
....saya ajak dia mengutak utik fungsi animation pada Microsoft Power Point, sambil menggunakan fungsi unduh gambar di google pics, dan referensi cerita dari youtube. Sejam kemudian kisah di bidang kertas sudah berpindah di ruang digital, dan valla ! tak terasa dengan slideshow maka animasi sederhana karya sang animator cilik ini pun lahir sudah, berikut dengan suara boom bang buzz nya hahahaha.
Sebentar lagi Humam sekolah, saya ingin dia mengeksplorasi banyak aktivitas sebelum memasuki sistem rigid yang padat kurikulum (bayangkan anak sekecil itu harus bersekolah dari pagi buta hingga petang....full day school katanya)
Saya ingin anak ini mengasiki minatnya........ yang kemudian merangsangnya untuk bermimpi, menggelembungkan mimpi-mimpinya itu....memotivasinya...mengejarnya...dan meraihnya nanti dikemudian hari...Amiin.
Tuesday, March 16, 2010
eBUNDA
Pertumbuhan group member eBUNDA besutan Bun In cukup impresif, konon bertambah 3,2 anggota setiap harinya. Agak unik memang inisiatif group page ini adalah menghimpun para perempuan untuk memberdayakan perannya sebagai bunda menggunakan media yang identik dengan huruf 'e'. Yang dimaksud dengan e kecil itu tentu bukan sekedar internet namun social network yang konon menjadi dominator konsumsi banwidth bagi konsumen Indonesia.
Ketika Gray menulis tentang Mars and Venus, maka perspektif gender yang semula politis, bahkan filosofis masuk kearah kebudayaan pop melalui kendaraan psikologi populer. Tentu para perempuan berhak mengklaim domainnya sendiri sambil memberdayakan dan membentuk eksistensinya sehingga bisa semakin optimal. Demikian maka eBUNDA berhak untuk eksis dan tumbuh.
Facebook, twitter dan blog lagi lagi dipilih sebagai mediumnya, sudah bukan mitos bahwa populasi facebookers yang mencapai 20 Juta pengguna di Indonesia adalah potensi besar untuk berhimpun. Tinggal bagaimana para bun ini (demikian mereka memanggil satu sama lain dengan panggilan 3 huruf : bun) mengisi ruang komunitasnya untuk bisa lebih berdaya.
Selamat ber jejaring !
Ketika Gray menulis tentang Mars and Venus, maka perspektif gender yang semula politis, bahkan filosofis masuk kearah kebudayaan pop melalui kendaraan psikologi populer. Tentu para perempuan berhak mengklaim domainnya sendiri sambil memberdayakan dan membentuk eksistensinya sehingga bisa semakin optimal. Demikian maka eBUNDA berhak untuk eksis dan tumbuh.
Facebook, twitter dan blog lagi lagi dipilih sebagai mediumnya, sudah bukan mitos bahwa populasi facebookers yang mencapai 20 Juta pengguna di Indonesia adalah potensi besar untuk berhimpun. Tinggal bagaimana para bun ini (demikian mereka memanggil satu sama lain dengan panggilan 3 huruf : bun) mengisi ruang komunitasnya untuk bisa lebih berdaya.
Selamat ber jejaring !
Monday, March 1, 2010
6 Tahun Humam
Humam sudah 6 Tahun, ditahun ke enam ini saya melihat anak yang aktif; kesehariannya di mulai dengan bermain lego di depan TV lalu mengikuti beberapa kursus seperti Kumon, ABC dll dengan gembiranya. Biasanya dimalam hari menjelang tidur Humam membaca buku, membalik balik halaman beberapa bacaan di rak dekat tempat tidurnya. Kesehariannya selalu menarik perhatian saya.
Banyak hal baru yang terjadi dalam hidup Humam, diantaranya adalah kehadiran adik nya, menempatkan Humam kini berperan sebagai abang, peran baru yang amat di hayatinya. Kemarin setelah saya belikan sepeda baru nya Humam bilang: Bi, nanti sepeda kecil yang lama itu kita perbaiki ya......kita cuci dan cat.....nanti kalau azzam sudah 4 tahun biar dia bisa pakai sepeda lamaku itu biiiii
Abang Humam selamat ulang tahun ya, abi senang melihatmu makin besar, abi dan bunda selalu do'akan Humam jadi anak sholeh,yang sehat dan baik budi akhlaknya, juga pandai dan prigel Amiiin.
Banyak hal baru yang terjadi dalam hidup Humam, diantaranya adalah kehadiran adik nya, menempatkan Humam kini berperan sebagai abang, peran baru yang amat di hayatinya. Kemarin setelah saya belikan sepeda baru nya Humam bilang: Bi, nanti sepeda kecil yang lama itu kita perbaiki ya......kita cuci dan cat.....nanti kalau azzam sudah 4 tahun biar dia bisa pakai sepeda lamaku itu biiiii
Abang Humam selamat ulang tahun ya, abi senang melihatmu makin besar, abi dan bunda selalu do'akan Humam jadi anak sholeh,yang sehat dan baik budi akhlaknya, juga pandai dan prigel Amiiin.
Monday, February 15, 2010
Cr3471v3
Salah satu tujuan saya mengumpulkan mainan lego, kertas gambar dan crayon, beberapa puzzle, memasang Wii dan menginstall software encarta di komputer supaya si Humam mendapat stimulasi yang cukup untuk berkembang menjadi anak yang kreatif.
Belakangan saya melihat ada sedikit manfaat yang sudah mulai terlihat. Bibit bibit kreativitas mulai muncul, pesawat lego humam sudah semakin kompleks, sudah multi layer dan tidak selalu simetris. Dalam hal menggambar dan mewarnai, goresan pesawatnya tak lagi tunggal, namun sudah mulai banyak dan juga mengandung cerita yang agak seru. Nah mengenai Wii, Humam adalah pengguna casual, dia nggak terlalu eager main video game. Namun untuk mengoprek PC sudah lumayan, barusan dia sudah mulai bikin slide power point pertamanya.
Saya pingin juga me-mix bibit krteativitas itu dengan disiplin, karena belakangan distorsi kreativitas datang dari mahluk bernama pengekangan sekaligus pembiaran. mendiang Prof. Randi Pausch pernah menyitir bahwa kreativitas yang menjadi sari pati bakat penciptaan atau rekayasa lahir ketika si anak di beri keleluasaan seluasnya untuk berekspresi.Namun disisi lain saya ingin si Anak juga punya self control yang akan membuat ide dan kreativitas menjadi suatu hal yang executable, workable bahkan nantinya berguna.
Jadi Humam saat ini harus beresin mainannya dengan rapih, harus mandi sendiri dan pakai pakaian sendiri , makan sendiri, mulai punya jadwal dan dilatih merancang planning-nya secara mandiri. Dan sebagai reward-nya bulan depan saat ulang tahun, sepeda warna metallic incaran saya itu bolehlah jadi hadiah ulang tahunnya.
Belakangan saya melihat ada sedikit manfaat yang sudah mulai terlihat. Bibit bibit kreativitas mulai muncul, pesawat lego humam sudah semakin kompleks, sudah multi layer dan tidak selalu simetris. Dalam hal menggambar dan mewarnai, goresan pesawatnya tak lagi tunggal, namun sudah mulai banyak dan juga mengandung cerita yang agak seru. Nah mengenai Wii, Humam adalah pengguna casual, dia nggak terlalu eager main video game. Namun untuk mengoprek PC sudah lumayan, barusan dia sudah mulai bikin slide power point pertamanya.
Saya pingin juga me-mix bibit krteativitas itu dengan disiplin, karena belakangan distorsi kreativitas datang dari mahluk bernama pengekangan sekaligus pembiaran. mendiang Prof. Randi Pausch pernah menyitir bahwa kreativitas yang menjadi sari pati bakat penciptaan atau rekayasa lahir ketika si anak di beri keleluasaan seluasnya untuk berekspresi.Namun disisi lain saya ingin si Anak juga punya self control yang akan membuat ide dan kreativitas menjadi suatu hal yang executable, workable bahkan nantinya berguna.
Jadi Humam saat ini harus beresin mainannya dengan rapih, harus mandi sendiri dan pakai pakaian sendiri , makan sendiri, mulai punya jadwal dan dilatih merancang planning-nya secara mandiri. Dan sebagai reward-nya bulan depan saat ulang tahun, sepeda warna metallic incaran saya itu bolehlah jadi hadiah ulang tahunnya.
Friday, February 12, 2010
Kuman Kumon
Satu hal positif dari plesetan, saya dapati dari peristiwa yang telah berlalu 5 tahun, 3 bulan lalu dan 5 jam yang baru lewat. Suatu sore yang macet di rasuna said saya melihat sebuah billboard di jembatan penyebrangan, sebuah brand yang unik. Waktu itu saya salah membacanya mungkin karena sambil menyetir maka selintas saja terlihat tulisan 'Kuman'. Padahal konten iklan itu tentang sebuah lembaga pendidikan anak yang mengkhususkan pada penanaman ketrampilan berhitung dan matematika melalui latihan dan pembiasaan, ya Kumon lah yang kemudian saya ingat, setelah berkali kali melintas billboard itu dan tak salah lagi membacanya..
5 tahun kemudian saat yang sama anak saya sudah lewat 5 tahun usianya, istri saya menganjurkan untuk memasukan Humam ke Kumon di dekat rumah. Terbayang memori lampau dan diiringi rasa ingin tahu yang berpilin dengan harapan, segera saja saya setuju dan mendukung niatan itu.
Hari ini, 5 jam yang lalu setelah lebih dari 3 bulan Humam berkutat dengan Kumon, setiap hari dia isi dengan mengerjakan baris demi baris soal pekerjaan rumahnya, terkadang dengan kesalnya karena harus menjeda permainan atau menunda nonton Tom and Jerry yang sedemikian dia senangi. Ya hari ini saya menerima rapor Kumon Humam, tertulis kalau dia sukses naik ke level 2A dengan predikat Alhamdulillah Baik Sekali;).
Saya juga menyaksikan selama ini bahwa betapa anak kecil itu melahap soal matematika dengan santai, soal berhitung yang bagi sebagian anak anak lain adalah mimpi buruk, kadang menjadi leisure time buat humam. Sekali waktu saya lihat betapa dia bisa demikian cepatnya menggarap soal soal itu seolah tanpa berfikir mengisi kolom demi kolom, sambil santai tengkurap dan memain mainkan pensilnya.
Metode model begini ternyata tak sekedar membuat anak pintar, tapi saya bersyukur bahwa yang lebih penting dari itu adalah aktivitas rutin ini menjadi engagement media yang efektif untuk memperkenalkan dan menstimulasi anak bersiap menghadapi konstruksi berfikir logis. Untuk itu penting rasanya memperkenalkan anak anak dengan aktivitas model begini sedini mungkin.
Tak heran saya akhirnya menerima hikmah Kumon seolah sebagai 'Kuman', yang pelan pelan masuk ke alam pikir mentransmisikan wabah positif matematika, saya berharap Humam bisa demam akibat 'Kuman' yang satu ini, demam untuk mengasah logikanya setiap hari. Selamat ya Nak, terimakasih 'Kuman' Kumon !
5 tahun kemudian saat yang sama anak saya sudah lewat 5 tahun usianya, istri saya menganjurkan untuk memasukan Humam ke Kumon di dekat rumah. Terbayang memori lampau dan diiringi rasa ingin tahu yang berpilin dengan harapan, segera saja saya setuju dan mendukung niatan itu.
Hari ini, 5 jam yang lalu setelah lebih dari 3 bulan Humam berkutat dengan Kumon, setiap hari dia isi dengan mengerjakan baris demi baris soal pekerjaan rumahnya, terkadang dengan kesalnya karena harus menjeda permainan atau menunda nonton Tom and Jerry yang sedemikian dia senangi. Ya hari ini saya menerima rapor Kumon Humam, tertulis kalau dia sukses naik ke level 2A dengan predikat Alhamdulillah Baik Sekali;).
Saya juga menyaksikan selama ini bahwa betapa anak kecil itu melahap soal matematika dengan santai, soal berhitung yang bagi sebagian anak anak lain adalah mimpi buruk, kadang menjadi leisure time buat humam. Sekali waktu saya lihat betapa dia bisa demikian cepatnya menggarap soal soal itu seolah tanpa berfikir mengisi kolom demi kolom, sambil santai tengkurap dan memain mainkan pensilnya.
Metode model begini ternyata tak sekedar membuat anak pintar, tapi saya bersyukur bahwa yang lebih penting dari itu adalah aktivitas rutin ini menjadi engagement media yang efektif untuk memperkenalkan dan menstimulasi anak bersiap menghadapi konstruksi berfikir logis. Untuk itu penting rasanya memperkenalkan anak anak dengan aktivitas model begini sedini mungkin.
Tak heran saya akhirnya menerima hikmah Kumon seolah sebagai 'Kuman', yang pelan pelan masuk ke alam pikir mentransmisikan wabah positif matematika, saya berharap Humam bisa demam akibat 'Kuman' yang satu ini, demam untuk mengasah logikanya setiap hari. Selamat ya Nak, terimakasih 'Kuman' Kumon !
Wednesday, February 10, 2010
Socrates pun termehek mehek
Belakangan kami senang menonton program reality show di TV. Kawan kawan ada yang mengidentikan kebiasaan ini dengan aktivitas 'mencandu sampah' audio visual. Sedang saya mencoba memandangnya dari perspektif berbeda, semata karena kami duduk disofa menyaksikan episode demi episode itu tidak sebagai couch potato, namun ada sekelumit pengalaman lain yang kami rasa layak di bagi tuliskan.
Favorit kami pertama adalah 'Masihkah Engkau Mencintaiku', sedangkan yang kedua tentu saja 'Termehek-Mehek'; dua reality show ini menggunakan metode klasik yang sama, yaitu bertanya. Ya ...bertanya dan terus mempertanyakan adalah sebuah cara yang akan menggiring kita pada pola pikir rasional, membuka sedikit demi sedikit kebenaran yang obyektif, dan menerbitkan ide ide. Acara ini mengingatkan saya pada Metode Socrates, sebuah pendekatan yang kemudian menginspirasi kelahiran Case Method di sebuah sekolah hukum dan bisnis nun jauh di belahan benua Amerika sana.
Sementara di ameriki sini, saya menyaksikan seolah sebuah kasus di bacakan di awal acara itu, dan ketika pertanyaan demi pertanyaan terjawab dengan berbagai respon yang berkonflik satu sama lain, bahkan dramatik, maka sedikit demi sedikit problempun teridentifikasi.
Di kelas 'Masih kah Kau Mencintaiku', Prof. Helmi Yahya akan mulai melontarkan pertanyaan pertanyaan yang membuka berbagai alternatif arah action, dan respon dari panelis akan tampil menggambarkan analisis konsekuensi logikal. Demikian juga di 'Termehek mehek', setiap ada clue baru selalu diikuti pertanyaan demi pertanyaan, keraguan dan misteri yang seakan perlu dikuak.
Aura psikologis biasanya mulai tampil dalam bentukan seolah acara acara ini adalah media Terapi Kognitif. Panelis akan tampil bagai Terapis yang berkolaborasi dengan klien mencoba menguji asumsi asumsi yang berkembang, dan mempertanyakan kembali berbagai belief yang terkadang terlihat sebagai akar penyebab konflik. Membongkar berbagai belief itu, dan membangun sebuah dialog yang emosional, namun mencerahkan. Sering kita menyaksikan para obyek acara ini seolah tersedak atau hanya sekedar berhenti sejenak setelah strucked by lightning terkena sentuhan hikmah dari dialog dialog yang terbangun.
Di akhir acara apapun keputusannya, berbagai opsi telah dibahas, juga penyebabnya. Disaat inilah sering kita ber refleksi dan menggunakan hikmah dari setiap kasus sebagai bahan renungan. Kadang kami membincangkan kasus demi kasus, mengulang menonton nya kembali di youtube, atau sekedar merangkai satu episode sebagai insight bagi episode lainnya.
Proses belajar kita dalam membina keluarga mengandalkan pengalaman kita yang diturunkan oleh orang tua kita masing masing, untuk menambah bobotnya kadang kita bisa baca berbagai literatur, mengikuti talkshow, dan kini kita pun melihat dengan bijak produk multimedia berwujud reality show ini untuk menjadikannya sebagai bahan renungan. Memang kasus dami kasus yang tampil adalah kasus konflik berat, bahkan terkesan kasus devian, namun dari simulasi ekstrem akan lebih terlihat hikmah yang dapat diambil.
Jika di Harvard Business School, MBA student setidaknya harus melahap 500 kasus bisnis, nah sementara kami di kelas MLR (My Family Living Room) sedikit belajar tentang hidup dari Socrates yang termehek mehek.
Favorit kami pertama adalah 'Masihkah Engkau Mencintaiku', sedangkan yang kedua tentu saja 'Termehek-Mehek'; dua reality show ini menggunakan metode klasik yang sama, yaitu bertanya. Ya ...bertanya dan terus mempertanyakan adalah sebuah cara yang akan menggiring kita pada pola pikir rasional, membuka sedikit demi sedikit kebenaran yang obyektif, dan menerbitkan ide ide. Acara ini mengingatkan saya pada Metode Socrates, sebuah pendekatan yang kemudian menginspirasi kelahiran Case Method di sebuah sekolah hukum dan bisnis nun jauh di belahan benua Amerika sana.
Sementara di ameriki sini, saya menyaksikan seolah sebuah kasus di bacakan di awal acara itu, dan ketika pertanyaan demi pertanyaan terjawab dengan berbagai respon yang berkonflik satu sama lain, bahkan dramatik, maka sedikit demi sedikit problempun teridentifikasi.
Di kelas 'Masih kah Kau Mencintaiku', Prof. Helmi Yahya akan mulai melontarkan pertanyaan pertanyaan yang membuka berbagai alternatif arah action, dan respon dari panelis akan tampil menggambarkan analisis konsekuensi logikal. Demikian juga di 'Termehek mehek', setiap ada clue baru selalu diikuti pertanyaan demi pertanyaan, keraguan dan misteri yang seakan perlu dikuak.
Aura psikologis biasanya mulai tampil dalam bentukan seolah acara acara ini adalah media Terapi Kognitif. Panelis akan tampil bagai Terapis yang berkolaborasi dengan klien mencoba menguji asumsi asumsi yang berkembang, dan mempertanyakan kembali berbagai belief yang terkadang terlihat sebagai akar penyebab konflik. Membongkar berbagai belief itu, dan membangun sebuah dialog yang emosional, namun mencerahkan. Sering kita menyaksikan para obyek acara ini seolah tersedak atau hanya sekedar berhenti sejenak setelah strucked by lightning terkena sentuhan hikmah dari dialog dialog yang terbangun.
Di akhir acara apapun keputusannya, berbagai opsi telah dibahas, juga penyebabnya. Disaat inilah sering kita ber refleksi dan menggunakan hikmah dari setiap kasus sebagai bahan renungan. Kadang kami membincangkan kasus demi kasus, mengulang menonton nya kembali di youtube, atau sekedar merangkai satu episode sebagai insight bagi episode lainnya.
Proses belajar kita dalam membina keluarga mengandalkan pengalaman kita yang diturunkan oleh orang tua kita masing masing, untuk menambah bobotnya kadang kita bisa baca berbagai literatur, mengikuti talkshow, dan kini kita pun melihat dengan bijak produk multimedia berwujud reality show ini untuk menjadikannya sebagai bahan renungan. Memang kasus dami kasus yang tampil adalah kasus konflik berat, bahkan terkesan kasus devian, namun dari simulasi ekstrem akan lebih terlihat hikmah yang dapat diambil.
Jika di Harvard Business School, MBA student setidaknya harus melahap 500 kasus bisnis, nah sementara kami di kelas MLR (My Family Living Room) sedikit belajar tentang hidup dari Socrates yang termehek mehek.
Sunday, February 7, 2010
Awass Virus....
Temperatur Humam mencapai 39 centigrade, kami was was mengingat humam punya sejarah kejang. Alhamdulillah kami sudah mempersenjatai diri dengan sedikit pengalaman plus ibuprofen, tempra, dan paracetamol. Ilmu memandikan dengan air hangat yang kami sempat praktekan ketika kami di doha pun kami pakai, dan hari ini panas humam sudah tidak teraba lagi. Sekarang giliran bundanya yang demam dan menggigil, duh.
Ditengah hujan deras dan angin semilir ini virus dimana mana, saya pun sempat mensimulasikan keberadaan mahluk renik ini pada humam. "Nak minum air putih itu bikin banjir melawan virus, sedang kan minum obat itu memasukan pasukan pelawan virus, lalu makan malam artinya mengirim tank buat menyerang virus di perut humam.......ayo nak lawan virus2 itu !", walhasil humam semangat melawan virus dengan minum obatnya, makan rotinya, dan minum air putih yang banyak.
Simulasi dan Rasionalisasi model begini banyak manfaatnya, disatu sisi untuk mengajarkan anak satu konsep yg baru, memudahkan anak mencerna ide yang kompleks, dan terakhir sbg media persuasi ;))
Saat menulis entry ini saya pun sedang bersin bersin, rasanya si mahluk renik sudah loncat dan membangun koloni baru di hidung yang basah ini. Hatchiiiiiiiiiiiiiiim !
Ditengah hujan deras dan angin semilir ini virus dimana mana, saya pun sempat mensimulasikan keberadaan mahluk renik ini pada humam. "Nak minum air putih itu bikin banjir melawan virus, sedang kan minum obat itu memasukan pasukan pelawan virus, lalu makan malam artinya mengirim tank buat menyerang virus di perut humam.......ayo nak lawan virus2 itu !", walhasil humam semangat melawan virus dengan minum obatnya, makan rotinya, dan minum air putih yang banyak.
Simulasi dan Rasionalisasi model begini banyak manfaatnya, disatu sisi untuk mengajarkan anak satu konsep yg baru, memudahkan anak mencerna ide yang kompleks, dan terakhir sbg media persuasi ;))
Saat menulis entry ini saya pun sedang bersin bersin, rasanya si mahluk renik sudah loncat dan membangun koloni baru di hidung yang basah ini. Hatchiiiiiiiiiiiiiiim !
Tuesday, January 12, 2010
(di)Kritik itu oke !
Salah satu pembaca blog saya adalah nyonya goorih.com yang kebetulan sama sama blogger newbies....atau bahkan wannabees ;)). Kita berdua memasuki mahligai digital pada tanggal 10-1-2010, (sebuah angka yang agak sakral karena memuat begitu banyak binary digit).
Komentar pertamanya ternyata berupa kritikan, katanya beberapa entry di dailypills cenderung sulit dicerna. Saya punya beberapa alternatif respon untuk menanggapi kritikan model begini, diantaranya:
Dengan pendekatan marketing yang populis saya akan bilang bahwa ada segmentasi dalam tulisan2 itu, sebagian ditujukan untuk pembaca casual dan yang lain targetnya adalah segmen pembaca sophisticated; dengan jawaban ini saya khawatir beliau tersinggung karena di fait acomplii seolah masuk ke segmen casual, jadi saya hindari jawaban begini.
Menggunakan argumen filosofis yang agak nyeleneh saya sampaikan saja bahwa sengaja beberapa entry dibuat full of riddle alias berputar seperti labirin, mengajak pembacanya berefleksi merenung dan berkontemplasi sehingga membaca dailypills adalah the journey of mind, sebuah proses dialektis yang berujung pada semburat hikmah yang merupakan pertemuan antara ide sipembaca sendiri dan saya penulisnya. Ah....argumentasi begini sih terlalu canggih, untuk mewujudkannya pun saya belum bisa, jadi nya out of context.
Saya juga bisa pakai jurus sosial politik, bahwa toh tulisan itu harus ada demi mengamankan kepentingan yang lebih besar yaitu penyadaran dan pemberdayaan melalui kebebasan berpikir, masyarakat jangan dikasih yang mudah2 dicerna terus, kita harus mampu mengembangkan intelektualitas sebagai mesin penggerak perlawanan kelas menengah dst dst......hehehe inipun kayaknya terlalu bombastis bahkan berlebihan, membuat saya seolah sedang bersiap ikut pilkada...ah nggak deh !
Akhirnya pakai cara biasa saja....saya sampaikan: "oke deh bun...lain kali di coba diperbaiki"......semata karena saya senang di kritik istri sendiri ...(dibaca saja blog ini sudah syukur Alhamdulillah hehehe).
Komentar pertamanya ternyata berupa kritikan, katanya beberapa entry di dailypills cenderung sulit dicerna. Saya punya beberapa alternatif respon untuk menanggapi kritikan model begini, diantaranya:
Dengan pendekatan marketing yang populis saya akan bilang bahwa ada segmentasi dalam tulisan2 itu, sebagian ditujukan untuk pembaca casual dan yang lain targetnya adalah segmen pembaca sophisticated; dengan jawaban ini saya khawatir beliau tersinggung karena di fait acomplii seolah masuk ke segmen casual, jadi saya hindari jawaban begini.
Menggunakan argumen filosofis yang agak nyeleneh saya sampaikan saja bahwa sengaja beberapa entry dibuat full of riddle alias berputar seperti labirin, mengajak pembacanya berefleksi merenung dan berkontemplasi sehingga membaca dailypills adalah the journey of mind, sebuah proses dialektis yang berujung pada semburat hikmah yang merupakan pertemuan antara ide sipembaca sendiri dan saya penulisnya. Ah....argumentasi begini sih terlalu canggih, untuk mewujudkannya pun saya belum bisa, jadi nya out of context.
Saya juga bisa pakai jurus sosial politik, bahwa toh tulisan itu harus ada demi mengamankan kepentingan yang lebih besar yaitu penyadaran dan pemberdayaan melalui kebebasan berpikir, masyarakat jangan dikasih yang mudah2 dicerna terus, kita harus mampu mengembangkan intelektualitas sebagai mesin penggerak perlawanan kelas menengah dst dst......hehehe inipun kayaknya terlalu bombastis bahkan berlebihan, membuat saya seolah sedang bersiap ikut pilkada...ah nggak deh !
Akhirnya pakai cara biasa saja....saya sampaikan: "oke deh bun...lain kali di coba diperbaiki"......semata karena saya senang di kritik istri sendiri ...(dibaca saja blog ini sudah syukur Alhamdulillah hehehe).
Sunday, January 10, 2010
On Humam's Dream
My Son is a handsome kid, i like to watch his cheek and his closed eyes while he is sleeping ....in his sleep he probably saying...i am in peace and happiness, .....the tranquility which so difficult to find while he is awake....Yes he is an active boy, like to do so many things.
Every day he keep himself busy with all his drawings, and writings....lego brick building, Wii or just browsing airplane documentary on youtube. Last month i install our PC with new MS Simulator...he was so happy !
I think i play my role to feed him with such passion on creativity and things especially plane ;)
can't wait to watch him grow and excite us with his journey to fulfill his dream
Every child is truly special, and from Humam i learn to accept this fact.
.........
Every day he keep himself busy with all his drawings, and writings....lego brick building, Wii or just browsing airplane documentary on youtube. Last month i install our PC with new MS Simulator...he was so happy !
I think i play my role to feed him with such passion on creativity and things especially plane ;)
can't wait to watch him grow and excite us with his journey to fulfill his dream
Every child is truly special, and from Humam i learn to accept this fact.
.........
Subscribe to:
Posts (Atom)




