There is always hurt in natural birth process, I myself expirienced it twice when my wife delieverd both of my babies. Screaming, yelling, throwing, grabbing....just name it, Those blackened freudian moment, gloomy, dark, and heartponding. After the birth process there was a raylight shining and smile in everyone face while the baby screamed, life has rejuvenated so it is obvious that we being engaged in such celebration.
Thats also happened in the way of delivering small business start ups, we are so prepared but not entirely ready, so much surprise, so complicated. Believe me the energy drained is like daily brunch. The business is like a baby with such big man appetite, there is more than diapers needed , he also eat stuff more even than us the founders.
But there are positive things came up when we jump in such turbulence of growth rally, we are so stimulated with survivability, we are so 'man'. Its kind of steroid with out doctors bills ya knaw what i mean....
we never know tomorrow before we seize the day !
Thursday, April 1, 2010
Wednesday, March 31, 2010
Alumni Google
Google nggak cuma jadi perusahaan inovatif, namun eksistensinya juga ikut membantu perusahaan teknologi baru dengan melahirkan gelombang inovasi melalui para alumninya. Banyak karyawannya yang memang hidup dalam exposure inovasi yang radikal kemudian berhimpun menjadi angel investor, bahkan entrepreneur aktif. Riset YouNoodle yang dikutip Bloomberg Businessweek mencatat tak kurang 40 karyawan google yang berinvestasi di startup sejak 2005.
Misalnya saja Biz Stone , usianya barulah 35 Tahun (seperti saya hehehehe) namun jabatan Specialist nya (seperti saya ketika di QTel hehehe) meloncat menjadi milliuner dalam beberapa tahun setelah twitter yang di buatnya kemudian 'meledak'. Atau Aydin Senkut pemilik Felicis Ventures punya belasan startup yang sudah sold out.
Uang bukan sekedar value preposition para alumni google, lebih daripada itu pengetahuan, pengalaman dan passion mereka menjadi daya hidup yang penting bagi startup untuk survive di awal pertumbuhannya.
Ditengah krisis di US, Google sebuah pabrik inovasi masih sempat sempatnya menelurkan anak cucu kewirausahaan baru, model begini perlu dijadikan bahan baku mimpi kita kita para kuli kantoran.
Misalnya saja Biz Stone , usianya barulah 35 Tahun (seperti saya hehehehe) namun jabatan Specialist nya (seperti saya ketika di QTel hehehe) meloncat menjadi milliuner dalam beberapa tahun setelah twitter yang di buatnya kemudian 'meledak'. Atau Aydin Senkut pemilik Felicis Ventures punya belasan startup yang sudah sold out.
Uang bukan sekedar value preposition para alumni google, lebih daripada itu pengetahuan, pengalaman dan passion mereka menjadi daya hidup yang penting bagi startup untuk survive di awal pertumbuhannya.
Ditengah krisis di US, Google sebuah pabrik inovasi masih sempat sempatnya menelurkan anak cucu kewirausahaan baru, model begini perlu dijadikan bahan baku mimpi kita kita para kuli kantoran.
Tuesday, March 30, 2010
Presiden Kaum Muda
Sejak di Doha saya sudah di ajak menjadi admin sebuah group yang ambisius di facebook, "Anies Baswedan For President 2014", dan untuk mengefektifkan peran admin itu beberapa strategi organik, taktik mutakhir saya sempat pelajari dari beberapa kitab termasuk The Anatomy of Buzz nya Rosen. Daya jual yang utama tentu bukan terletak pada ikhtiar 1000 jurus saya, namun Bung Anies lah sesungguhnya lampu teplok yang layak dikerubungi laron. Sudah lebih 5000 facebookers berhimpun di komunitas sosial politik ini.
Politik adalah the art of possibilities, saya pelajari sejak kuliah dimana karier2an politik di Badan Perwakilan Mahasiswa UI membuat saya sedikit mencecap berbagai peristiwa sebagai pembelajaran penting, namun satu hal yang fundamental bahwa politik tak akan efektif tanpa adanya populasi yang berdaya, dan tanpa adanya kepentingan yang absah plus peran efektif pemimpin yang pro perubahan.
Jadilah saya ikut menjadi aktivis digital eksperimental mengompori komunitas ini, namun sesungguhnya passion saya bukan berhenti pada figur, lebih daripada itu Kepemimpinan Pemuda adalah realitas perlu dari kemajuan orang orang. Regenerasi sudah saatnya tidak dijadikan jargon, life cycle pemimpin kharismatik, sudah selayaknya diperpendek dengan eksisnya kepemimpinan kompeten, cerdik, berkeperibadian unggul dan didukung serombongan tim yang tak kalah kompak kecerdikannya.
Betapa senangnya saya bahwa kepemimpinan segar ini berlanjut dimana mana, termasuk di demokrat, pdi p, NU, Muhammadiyah, PKS, dan berbagai klaster politik lainnya. Bukankah saatnya sebuah bangsa yang tua ini merevitalisasi dirinya ?
Politik adalah the art of possibilities, saya pelajari sejak kuliah dimana karier2an politik di Badan Perwakilan Mahasiswa UI membuat saya sedikit mencecap berbagai peristiwa sebagai pembelajaran penting, namun satu hal yang fundamental bahwa politik tak akan efektif tanpa adanya populasi yang berdaya, dan tanpa adanya kepentingan yang absah plus peran efektif pemimpin yang pro perubahan.
Jadilah saya ikut menjadi aktivis digital eksperimental mengompori komunitas ini, namun sesungguhnya passion saya bukan berhenti pada figur, lebih daripada itu Kepemimpinan Pemuda adalah realitas perlu dari kemajuan orang orang. Regenerasi sudah saatnya tidak dijadikan jargon, life cycle pemimpin kharismatik, sudah selayaknya diperpendek dengan eksisnya kepemimpinan kompeten, cerdik, berkeperibadian unggul dan didukung serombongan tim yang tak kalah kompak kecerdikannya.
Betapa senangnya saya bahwa kepemimpinan segar ini berlanjut dimana mana, termasuk di demokrat, pdi p, NU, Muhammadiyah, PKS, dan berbagai klaster politik lainnya. Bukankah saatnya sebuah bangsa yang tua ini merevitalisasi dirinya ?
Saturday, March 27, 2010
Imajinasi Kreatif
Setelah menonton film naga 3D itu Humam semakin tertarik dengan dunia animasi. Tentu saya tak rela membiarkan dia hanya menjadi konsumen produk Dreamworks, memposisikan tontonan sebagai leisure eskapis atau paling pol stimulus kecerdasan yang amat mahal. Sementara Bundanya lebih senang kalau stimulasi bisa di lakukan seketika melalui permainan aktif, perjalanan dan aktivitas yang kaya pengalaman lainnya.
Namun akhirnya saya menemukan satu pelajaran ringan bahwa saatnyalah ketika si anak menemukan ketertarikan, kita para orang tua berupaya kreatif memanfaatkan excitement itu untuk didorong melakukan hal hal berguna lainnya.
Selanjutnya anak ini saya ajak menjadi animator rumahan cilik. Ceritanya begini, saya ajak Humam untuk melanjutkan hobby menggambarnya menjadi proses menggambar yang lebih seru, yaitu dengan memasukan cerita melalui penokohan, alur dan elemen story telling lainnya untuk masuk memperkaya bidang gambarnya. Dan seketika selesailah Humam menggambar kisah serunya itu (Kali ini dia bertutur tentang UFO, mobil balap dan pesawat tempur....what a weird story whatever ;)) berkembanglah gambar itu menjadi sebuah story board sederhana.
....saya ajak dia mengutak utik fungsi animation pada Microsoft Power Point, sambil menggunakan fungsi unduh gambar di google pics, dan referensi cerita dari youtube. Sejam kemudian kisah di bidang kertas sudah berpindah di ruang digital, dan valla ! tak terasa dengan slideshow maka animasi sederhana karya sang animator cilik ini pun lahir sudah, berikut dengan suara boom bang buzz nya hahahaha.
Sebentar lagi Humam sekolah, saya ingin dia mengeksplorasi banyak aktivitas sebelum memasuki sistem rigid yang padat kurikulum (bayangkan anak sekecil itu harus bersekolah dari pagi buta hingga petang....full day school katanya)
Saya ingin anak ini mengasiki minatnya........ yang kemudian merangsangnya untuk bermimpi, menggelembungkan mimpi-mimpinya itu....memotivasinya...mengejarnya...dan meraihnya nanti dikemudian hari...Amiin.
Namun akhirnya saya menemukan satu pelajaran ringan bahwa saatnyalah ketika si anak menemukan ketertarikan, kita para orang tua berupaya kreatif memanfaatkan excitement itu untuk didorong melakukan hal hal berguna lainnya.
Selanjutnya anak ini saya ajak menjadi animator rumahan cilik. Ceritanya begini, saya ajak Humam untuk melanjutkan hobby menggambarnya menjadi proses menggambar yang lebih seru, yaitu dengan memasukan cerita melalui penokohan, alur dan elemen story telling lainnya untuk masuk memperkaya bidang gambarnya. Dan seketika selesailah Humam menggambar kisah serunya itu (Kali ini dia bertutur tentang UFO, mobil balap dan pesawat tempur....what a weird story whatever ;)) berkembanglah gambar itu menjadi sebuah story board sederhana.
....saya ajak dia mengutak utik fungsi animation pada Microsoft Power Point, sambil menggunakan fungsi unduh gambar di google pics, dan referensi cerita dari youtube. Sejam kemudian kisah di bidang kertas sudah berpindah di ruang digital, dan valla ! tak terasa dengan slideshow maka animasi sederhana karya sang animator cilik ini pun lahir sudah, berikut dengan suara boom bang buzz nya hahahaha.
Sebentar lagi Humam sekolah, saya ingin dia mengeksplorasi banyak aktivitas sebelum memasuki sistem rigid yang padat kurikulum (bayangkan anak sekecil itu harus bersekolah dari pagi buta hingga petang....full day school katanya)
Saya ingin anak ini mengasiki minatnya........ yang kemudian merangsangnya untuk bermimpi, menggelembungkan mimpi-mimpinya itu....memotivasinya...mengejarnya...dan meraihnya nanti dikemudian hari...Amiin.
Saturday, March 20, 2010
Tufte on Obama
Semalam saya sempat nonton infographics yang amat impresif di youtube obama channel, ternyata ada infographics guru di belakang presiden AS itu. Ya Obama merekrut Edward Tufte masuk dalam tim penasihatnya, tugasnya simple yaitu mengkomunikasikan kebijakan Obama secara obyektif menggunakan data data statistik ke kalangan masyarakat AS.
Lalu bermunculanlah berbagai animated in fographics tersebut, sangat impresif data yang sedemikian kompleks pun tampil membuat berbagai ide tentang kebijakan ekonomi, undang undang kesehatan dan banyak inisiatif pemerintah menjadi digestable.
Tentu strategi ini agak sedikit lebih maju ketimbang sekedar menggunakan lobby, dan berbagai maneuver politik klasik hingga upaya facelift tampilan image. Pemerintah dituntut sedemikian cerdasnya untuk berbicara pada publik, mengatasi kerumitan dan stands out ditengah noise dan distorsi.
Upaya pemerintahan yang cerdas mendidik masyarakat dengan obyektifikasi sebuah kebijakan melalui media dan teknik kreatif tentu layak juga dipakai disini.
Lalu bermunculanlah berbagai animated in fographics tersebut, sangat impresif data yang sedemikian kompleks pun tampil membuat berbagai ide tentang kebijakan ekonomi, undang undang kesehatan dan banyak inisiatif pemerintah menjadi digestable.
Tentu strategi ini agak sedikit lebih maju ketimbang sekedar menggunakan lobby, dan berbagai maneuver politik klasik hingga upaya facelift tampilan image. Pemerintah dituntut sedemikian cerdasnya untuk berbicara pada publik, mengatasi kerumitan dan stands out ditengah noise dan distorsi.
Upaya pemerintahan yang cerdas mendidik masyarakat dengan obyektifikasi sebuah kebijakan melalui media dan teknik kreatif tentu layak juga dipakai disini.
Subscribe to:
Posts (Atom)


