Pertumbuhan group member eBUNDA besutan Bun In cukup impresif, konon bertambah 3,2 anggota setiap harinya. Agak unik memang inisiatif group page ini adalah menghimpun para perempuan untuk memberdayakan perannya sebagai bunda menggunakan media yang identik dengan huruf 'e'. Yang dimaksud dengan e kecil itu tentu bukan sekedar internet namun social network yang konon menjadi dominator konsumsi banwidth bagi konsumen Indonesia.
Ketika Gray menulis tentang Mars and Venus, maka perspektif gender yang semula politis, bahkan filosofis masuk kearah kebudayaan pop melalui kendaraan psikologi populer. Tentu para perempuan berhak mengklaim domainnya sendiri sambil memberdayakan dan membentuk eksistensinya sehingga bisa semakin optimal. Demikian maka eBUNDA berhak untuk eksis dan tumbuh.
Facebook, twitter dan blog lagi lagi dipilih sebagai mediumnya, sudah bukan mitos bahwa populasi facebookers yang mencapai 20 Juta pengguna di Indonesia adalah potensi besar untuk berhimpun. Tinggal bagaimana para bun ini (demikian mereka memanggil satu sama lain dengan panggilan 3 huruf : bun) mengisi ruang komunitasnya untuk bisa lebih berdaya.
Selamat ber jejaring !
Tuesday, March 16, 2010
Monday, March 15, 2010
Statistic 2.0
Indonesia sudah bertengger di posisi nomer 3 pengakses Facebook di Dunia dengan 20 Juta Facebookers, sementara untuk wordpress Jakarta jadi kota dengan pengakses situs blogging itu terbanyak sejagat, di indonesia sendiri ada 6 Juta pengakses blogger. Pertumbuhan facebookers Indonesia konon tertinggi di dunia.
Konsumen Web 2.0 Indonesia ini di dorong oleh pertumbuhan pengguna layanan seluler yang merangkak mendekati angka 200 juta, pengguna BB yang sudah 1 Juta dan Broadband mencapai 300 ribu . Adanya always on internet, baik broadband unlimited, akses di lokasi kerja dan cable membuat gaya hidup online tumbuh. Kurva pertumbuhan model 'stik golf' sudah sedemikian nyata terlihat mirip apa yang kita saksikan di era awal booming mobile, SMS dan RBT.
Melihat posting yang masuk baik di page fb maupun group terlihat bahwa fb apps dan online shoping mendominasi wall dan inbox, channeling bagi prilaku narsistik yang sebelumnya banyak mewarnai facebook dan kini berpindah mendorong pertumbuhan di twitter.
Indonesia menjadi konsumen social networking yang tumbuh pesat, namun sayang amat jarang konten dan partisipasi yang bisa memanfaatkan fenomena ini. Pengambil porsi terbesar sayangnya masih para pemain asing. Lagi lagi kita hanya menjadi kantong konsumen besar dunia.
Konsumen Web 2.0 Indonesia ini di dorong oleh pertumbuhan pengguna layanan seluler yang merangkak mendekati angka 200 juta, pengguna BB yang sudah 1 Juta dan Broadband mencapai 300 ribu . Adanya always on internet, baik broadband unlimited, akses di lokasi kerja dan cable membuat gaya hidup online tumbuh. Kurva pertumbuhan model 'stik golf' sudah sedemikian nyata terlihat mirip apa yang kita saksikan di era awal booming mobile, SMS dan RBT.
Melihat posting yang masuk baik di page fb maupun group terlihat bahwa fb apps dan online shoping mendominasi wall dan inbox, channeling bagi prilaku narsistik yang sebelumnya banyak mewarnai facebook dan kini berpindah mendorong pertumbuhan di twitter.
Indonesia menjadi konsumen social networking yang tumbuh pesat, namun sayang amat jarang konten dan partisipasi yang bisa memanfaatkan fenomena ini. Pengambil porsi terbesar sayangnya masih para pemain asing. Lagi lagi kita hanya menjadi kantong konsumen besar dunia.
Friday, March 12, 2010
The F Manager
Usianya sudah memasuki 48, namun wajahnya yang cerah cenderung mengaburkan usia sebenarnya, Dia tampak seperti OBG (Oom baru gede, istilah untuk lelaki usia 35 an seperti saya ;). Di garasinya berjejer beberapa Alphard bongsor mengkilat, putih, hitam adalah warna standar kendaraan extraordinary ini. Drivernya bilang "Bapak jarang pakai yang ini, biasanya hanya dipanaskan sekali sekali saja". Dugaan saya beliau mungkin lebih senang menderu ferrari merahnya atau BMW keluaran terbaru yang jarang saya lihat beredar.
Dia memimpin sebuah perusahaan pembiakan uang, namun yang ini berbeda dengan Madoff; kecerdikan dan kemampuan investasi kelas atas jadi diferensiasinya. Perusahaan kecil yang dibentuk bersama beberapa kawan sekolahnya ini telah menggurita menjadi bayi raksasa yang menelan asset asset cantik, sambil menggerek valuasi nya secara fantastik.
Kini dia memanjakan dirinya dengan memancing, yak memancing adalah hobbynya. Seperti kebanyakan lelaki, pekerjaan belum tentu merupakan jalan hidup utama, kadang arus kehidupan menghanyutkan kita dari gairah lain. Dan si oom ini justru memilih melakukan relaksasi klasikal memancing ketimbang menghadiri hiruk pikuk dunia kelas atas lainnya.
Pekerjaannya tak lagi menjadi Fund Manager, dia sudah kembali ke khittah alamiah yaitu hidup simple dan bahagia. Disaat saya sedang sedikit membolak balik sebuah buku kecil tentang Buffet, lalu business week yang juga memuat tokoh yang sama. Lanjut minggu depan saya akan hadir di kursus fund management, lalu kalau sempat mungkin saya akan menonton lagi film nya gardner untuk sedikit mendapat sentuhan motivasi kosmik dari hobby baru ini.
Namun yang paling saya nantikan adalah beberapa pekan lagi, saat dia menjadi coach saya, melatih saya untuk sedikit belajar menjadi dia. (Saya memilih sesi pertama memancing ketimbang technical analysis ;))
Dia memimpin sebuah perusahaan pembiakan uang, namun yang ini berbeda dengan Madoff; kecerdikan dan kemampuan investasi kelas atas jadi diferensiasinya. Perusahaan kecil yang dibentuk bersama beberapa kawan sekolahnya ini telah menggurita menjadi bayi raksasa yang menelan asset asset cantik, sambil menggerek valuasi nya secara fantastik.
Kini dia memanjakan dirinya dengan memancing, yak memancing adalah hobbynya. Seperti kebanyakan lelaki, pekerjaan belum tentu merupakan jalan hidup utama, kadang arus kehidupan menghanyutkan kita dari gairah lain. Dan si oom ini justru memilih melakukan relaksasi klasikal memancing ketimbang menghadiri hiruk pikuk dunia kelas atas lainnya.
Pekerjaannya tak lagi menjadi Fund Manager, dia sudah kembali ke khittah alamiah yaitu hidup simple dan bahagia. Disaat saya sedang sedikit membolak balik sebuah buku kecil tentang Buffet, lalu business week yang juga memuat tokoh yang sama. Lanjut minggu depan saya akan hadir di kursus fund management, lalu kalau sempat mungkin saya akan menonton lagi film nya gardner untuk sedikit mendapat sentuhan motivasi kosmik dari hobby baru ini.
Namun yang paling saya nantikan adalah beberapa pekan lagi, saat dia menjadi coach saya, melatih saya untuk sedikit belajar menjadi dia. (Saya memilih sesi pertama memancing ketimbang technical analysis ;))
Wednesday, March 3, 2010
Mob SoN ;)
MobSon yang saya maksud ini bukan berarti harfiah anak penjahat, namun singkatan tak lazim dari Mobile Social Network yang beberapa tahun belakangan ikut tumbuh pasca meledaknya Social Networking. Buat operator seluler bisa saja ada benarnya bahwa Mob SoN sempat seolah berperan sebagai si 'anak nakal', ketika pendapatan dari layanan messaging tradisional model SMS sempat terancam disubstitusi oleh pola interaksi baru. Chat dan fitur update di situs jejaring sosial model facebook, myspace bahkan pendahulunya friendster maupun aplikasi messaging populer model YM semat menggantikan fungsi SMS.
Namun siklus selanjutnya adalah penurunan di layanan messaging tradisional beralih ke peningkatan konsumsi data baik broadband maupun GPRS, yang dimungkinkan oleh akses terhadap situs jejaring sosial dan lahirnya aplikasi java dan layanan konten.Pengguna pun bisa menjalankan fungsi web messaging di hand phone nya. Hal ini tentu sangat logis dan alamiah ketika pengguna seolah ingin membebaskan diri dari ikatan akses di PC nya dan bergerak bebas menggunakan akses mobile.
Pengamatan saya ke beberapa Internet Cafe, kini kunjungannya meluas tak hanya dipenuhi segmen anak sekolah, bahkan lintas ekonomi dan kelas sosial. Sementara aktivitas utamanya tak lagi sekedar browse, chat, dan online gaming kini mayoritas membuka situs jejaring sosial, mengupdate status, berinteraksi atau sekedar browse. Kondisi negara kita dengan penetrasi internet yang belum merata menempatkan akses internet lewat HP bagi sebagian kalangan adalah akses termudah. Segmen dengan ARPU mobile 15 sd 20k ini memiliki ARPU Warnet 20 sd 30k sebulan, hal ini tentu menjadi potensi yang sulit diabaikan.
Kini hampir semua situs jejaring sosial dan messaging apps sudah memiliki komponen mobile nya masing-masing, ditambah keterlibatan ekosistem pengembang handset, maupun Mobile OS dan aplikasi baru yang semakin pro terhadap eksisnya Mob SoN. Sebut saja Android, yang dalam aplikasinya betapa memudahkan pengguna untuk mengupdate status facebook , twitter dll dalam interface yang intuitif. Bahkan positioning Blackberry belakangan tak sekedar tampil sebagai mobile email enabler, namun justru menjadi Gadget Mob SoN yang dianggap user friendly.
Juga munculnya beragam pilihan aplikasi dan plug in yang memperkaya pengalaman pengguna Mob Son. Misalnya keasikan ber jejaring ditambah dengan eksisnya fungsi GPS di HP, beberapa situs Mob SoN baru memungkinkan pengguna untuk tak sekedar mengupdate statusnya namun menunjukan lokasi nya. Juga dimungkinkannya integrasi antara fungsi HP untuk memotret dengan upload di situs jejaring sosial, bahkan menggunakan Mob SoN untuk peran citizen journalism.
Beberapa operator pun sudah semakin kreatif dengan mencoba membangun alternatif jejaring sosialnya sendiri, TLKM dengan MyPulaunya dan Excelcom dengan My Book melengkapi beberapa enabler seperti mobinity dll. Eksperimentasi ini tentu menempatkan operator sebagai pemain, namun agaknya yang akan lebih sukses saat ini adalah pengembangan dari komunitas yang sudah terbentuk di situs jejaring sosial yang kadung populer, posisi operator tetap berperan sebagai penyedia akses memungkinkan Mob SoN di lihat dilayar HP, dan di update menggunakan SMS. Yang menarik Cingular sempat berupaya menggandeng MySpace yang memungkinkan penggunanya mendapatkan SMS notifikasi untuk posting atau friend request di MySpace.
Mob SoN sekali lagi bukanlah si 'anak nakal' yang mengancam pendapatan operator, semakin dewasa semakin terlihat perilakunya menjadi lebih 'ramah' bahkan amat potensial mendukung bisnis operator seluler. Tinggal bagaimana melihat potensi ini dan mencoba mengamankannya.
Namun siklus selanjutnya adalah penurunan di layanan messaging tradisional beralih ke peningkatan konsumsi data baik broadband maupun GPRS, yang dimungkinkan oleh akses terhadap situs jejaring sosial dan lahirnya aplikasi java dan layanan konten.Pengguna pun bisa menjalankan fungsi web messaging di hand phone nya. Hal ini tentu sangat logis dan alamiah ketika pengguna seolah ingin membebaskan diri dari ikatan akses di PC nya dan bergerak bebas menggunakan akses mobile.
Pengamatan saya ke beberapa Internet Cafe, kini kunjungannya meluas tak hanya dipenuhi segmen anak sekolah, bahkan lintas ekonomi dan kelas sosial. Sementara aktivitas utamanya tak lagi sekedar browse, chat, dan online gaming kini mayoritas membuka situs jejaring sosial, mengupdate status, berinteraksi atau sekedar browse. Kondisi negara kita dengan penetrasi internet yang belum merata menempatkan akses internet lewat HP bagi sebagian kalangan adalah akses termudah. Segmen dengan ARPU mobile 15 sd 20k ini memiliki ARPU Warnet 20 sd 30k sebulan, hal ini tentu menjadi potensi yang sulit diabaikan.
Kini hampir semua situs jejaring sosial dan messaging apps sudah memiliki komponen mobile nya masing-masing, ditambah keterlibatan ekosistem pengembang handset, maupun Mobile OS dan aplikasi baru yang semakin pro terhadap eksisnya Mob SoN. Sebut saja Android, yang dalam aplikasinya betapa memudahkan pengguna untuk mengupdate status facebook , twitter dll dalam interface yang intuitif. Bahkan positioning Blackberry belakangan tak sekedar tampil sebagai mobile email enabler, namun justru menjadi Gadget Mob SoN yang dianggap user friendly.
Juga munculnya beragam pilihan aplikasi dan plug in yang memperkaya pengalaman pengguna Mob Son. Misalnya keasikan ber jejaring ditambah dengan eksisnya fungsi GPS di HP, beberapa situs Mob SoN baru memungkinkan pengguna untuk tak sekedar mengupdate statusnya namun menunjukan lokasi nya. Juga dimungkinkannya integrasi antara fungsi HP untuk memotret dengan upload di situs jejaring sosial, bahkan menggunakan Mob SoN untuk peran citizen journalism.
Beberapa operator pun sudah semakin kreatif dengan mencoba membangun alternatif jejaring sosialnya sendiri, TLKM dengan MyPulaunya dan Excelcom dengan My Book melengkapi beberapa enabler seperti mobinity dll. Eksperimentasi ini tentu menempatkan operator sebagai pemain, namun agaknya yang akan lebih sukses saat ini adalah pengembangan dari komunitas yang sudah terbentuk di situs jejaring sosial yang kadung populer, posisi operator tetap berperan sebagai penyedia akses memungkinkan Mob SoN di lihat dilayar HP, dan di update menggunakan SMS. Yang menarik Cingular sempat berupaya menggandeng MySpace yang memungkinkan penggunanya mendapatkan SMS notifikasi untuk posting atau friend request di MySpace.
Mob SoN sekali lagi bukanlah si 'anak nakal' yang mengancam pendapatan operator, semakin dewasa semakin terlihat perilakunya menjadi lebih 'ramah' bahkan amat potensial mendukung bisnis operator seluler. Tinggal bagaimana melihat potensi ini dan mencoba mengamankannya.
Monday, March 1, 2010
6 Tahun Humam
Humam sudah 6 Tahun, ditahun ke enam ini saya melihat anak yang aktif; kesehariannya di mulai dengan bermain lego di depan TV lalu mengikuti beberapa kursus seperti Kumon, ABC dll dengan gembiranya. Biasanya dimalam hari menjelang tidur Humam membaca buku, membalik balik halaman beberapa bacaan di rak dekat tempat tidurnya. Kesehariannya selalu menarik perhatian saya.
Banyak hal baru yang terjadi dalam hidup Humam, diantaranya adalah kehadiran adik nya, menempatkan Humam kini berperan sebagai abang, peran baru yang amat di hayatinya. Kemarin setelah saya belikan sepeda baru nya Humam bilang: Bi, nanti sepeda kecil yang lama itu kita perbaiki ya......kita cuci dan cat.....nanti kalau azzam sudah 4 tahun biar dia bisa pakai sepeda lamaku itu biiiii
Abang Humam selamat ulang tahun ya, abi senang melihatmu makin besar, abi dan bunda selalu do'akan Humam jadi anak sholeh,yang sehat dan baik budi akhlaknya, juga pandai dan prigel Amiiin.
Banyak hal baru yang terjadi dalam hidup Humam, diantaranya adalah kehadiran adik nya, menempatkan Humam kini berperan sebagai abang, peran baru yang amat di hayatinya. Kemarin setelah saya belikan sepeda baru nya Humam bilang: Bi, nanti sepeda kecil yang lama itu kita perbaiki ya......kita cuci dan cat.....nanti kalau azzam sudah 4 tahun biar dia bisa pakai sepeda lamaku itu biiiii
Abang Humam selamat ulang tahun ya, abi senang melihatmu makin besar, abi dan bunda selalu do'akan Humam jadi anak sholeh,yang sehat dan baik budi akhlaknya, juga pandai dan prigel Amiiin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
