Sunday, December 23, 2012

Framed


Sepertinya Magnum cafe memang sengaja menciptakan antrian, bagian dari proses brand delivery-nya. Bahwa dng membuat org merasakan 'penderitaan' mengantri maka imagery eksklusivitas dan harapan di dorong sedemikian rupa shg saat moment of truth konsumsi terjadi maka merk magnum menyusup ke alam bawah sadar. Lihatlah setelah kita di persilahkan masuk , perjalanan memutar meniti karpet merah dan sisi display panjang, lalu masuk ruang yg suasananya ter bangun searah.
 
Saya juga memperhatikan ada lebih dari 5 meja kosong di dalam resto ini, bahkan di outdoor cafee nya belum ada seorangpun menempati, namun sewaktu saya meninggalkan lokasi, diluar ada lebih dari 10 orang mengantri, yang tentu seharusnya dapat tertampung didalam segera. Antrian tetap di pertahankan, orang yang mengantri tak tau apa yang terjadi di dalam. Diluar aspek strategi pemasaran yang unik, brand owner selaiknya memperhitungkan faktor etika. Membiarkan konsumen berdiri, sebagian orang tua dan anak anaknya, adalah sebentuk arogansi.  Marketing is an art of deception !

Saturday, December 22, 2012

Do da da

Rain it is, and falling grace from sky
Smell of nature, brown and shy
Surely cold no one can deny

Do the best so the god settle the rest

I bring my self to the game of guessing
Will it be clear or hectic glittering
You are not sure since hints is nothing

No one can forsee including me
So i do what i like best
Listen to the melody and let it be

Thursday, December 20, 2012

The best way to predict the future

I learn a lot from many people, friends and mentors along the way. One person to another came across me, bring insight and went off; those impression stays. And now i try not only to recollect those memories, more than that i am able to repeat the ritual of discourse.

It was 3 weeks a go when the idea stroke me, i try to mould it so it can be executed. Brief all thoughts to my team and let them believe in it before carry it on. In research we are quite familiar with the expert panel method, The way to recollect wisdom, to forsee trends, predict the future. My idea is so simple that competing expert can not be in the same room when you expect them to fill you up with their thought. Serial expert panel with casual delivery must be okay.

Until now the idea have materialized in to 3 of quite amazing intellectual discourse. Microsoft, Google and qualcomm came in. It has been 2 weeks of engaging moment with them.

Learn a lot, and so sure to spread more. Beyond that i am also happy that i am able to draw in all my team member to go together doing something out of routine, and celebrate together after each success.

So it is , the best way to predict the future is to invent one!

Saturday, June 26, 2010

Indonesia Kreatif Beneran

Pagi hari ini sampai siang tadi saya datang ke Pameran Industri kreatif di JCC, saya menyaksikan berderet deret produk dan inovasi yang benar benar kreatif bahkan kalau gila adalah istilah diatas kreatif yang positif juga maknanya saya akan sebut saja gila. 50 meter saja dari pintu masuk saya sudah dibuat terbelalak dengan 2 suguhan dari mahasiswa Binus dan ITB, yang satu (Binusian) memamerkan kontrol komputer dengan gerakan mata, sementara yang lain  (ITB) menyuguhkan games interaktif Tari Saman menggunakan sensur tepuk yang tertanam dikostum tari.Dua ide gila ini amat relevan, berpotensi untuk komersialisasi dan canggih bukan kepalang.

Selanjutnya saya terbelalak menyaksikan desain batik menggunakan fractals, inipun tidak kurang gila karena fractal yang dibuat bukan sekedar desain sureal, namun di tumbuhkan dari repository ratusan mungkin ribuan database visual ornamen batik nusantara, saya berbincang dengan account managernya dan punya niat untuk ikut belajar dan mencoba sesuatu dihari nanti. Tak hanya dari sisi visual telinga kita pun dihibur denga nbebunyian gending natural buah dari maha karya jenius made in depok, yang lahir dari tabung logam tersusun melodius yang berbunyi seketika tertiup angin.

Garment memang industri yang amat kontekstual dengan potensi Nusantara, namun kreativitas ternyata tak berhenti pada desain sayapun di buat semakin terkagum dengan model bisnis baru yang ditanamkan gantibaju dan mahanagari, yang pertama sangat fokus pada komunitas, mendayagunakan komunitas designer dengan monthly prize dan royalty nya, plus ide bersinergi dengan web 2.0 melalui websitenya dan social media. Sementara Mahanagari mengkapitalisasi potensi parawisata kota Bandung, sekaligus membuat beragam media yang menjalin benang merah dengan tema wisata itu.

Last but not least adalah sebaris stand dari SMK, ya Sekolah Menengah Kejuruan yang tampil dengan beragam ketrampilan yang solid, mulai dari jejaring produksi Laptop dan Proyektor ber merk Esemka, hingga beragam produksi lyak jual lainnya. Tak ada keraguan bahwa kualitas Esemka jauh lebih baik ketimbang STM jaman saya SMA dulu.

Dengan beragam kreatifitas ini saya optimis bahwa negri kita punya potensi dan layak tumbuh berkembang menembus pasar global, pemerintah dan swasta harusnya mnenindaklanjuti ide ide tulus dan gila yang lahir dari rahim dunia pendidikan, inventor, dn pegiat UKM, yang terinspirasi oleh lingkungan dan ilmunya dan mendapat ilham dari Tuhan. Industri kreatif bukan sekedar secondary potential, harusnya kita bergegas jadikan ini core competence kita juga.

Friday, June 25, 2010

Sekarang

Kekinian adalah realitas yang subtil, namun kekhawatiran kita untuk masa depa membuat diperlukannya obyektifikasi cara pandang terhadap situasi sekarang. Sebaliknya ketidak nyamanan dan kegalauan terhadap pengalaman aktuil membuat kitapun kehilangan kejernihan pandang.

Saatnya kita mencoba menggunakan logika tak biasa yang namanya perspektif renungan sejarah, jika kita bisa mengingat ngingat masa lalu, nuansa pikir saat itu, apa yang kita rasa dan bayangkan tentang masa depan yang tak lain kita tahu adalah sekarang, apakah yang sebenarnya tak kita duga, sejauh mana deviasinya, dan apa saja jikalau jikalau yang perlu kita lakukan yang dapat menggeser deviasi sejarah menjadi kenyataan yang berpihak pada kondisi ideal?.

Tentu selalu ada sedikit deviasi, apakah mikrospokik bahkan gigantik. Kesenjangan antara harap cemas dengan realitas menimbulkan pengalaman depresif, terima saja dengan paham hidup yang tak mungkin linier namun dinamik. Bahwa kehidupan adalah proses pembelajaran panjang yang sudah pasti harus dilalui, dan guru tama adalah pengalaman dan penghayatan terhadap pengalaman itu.

Selanjutnya tentu dibutuhkan proses reinventing the vision yang tak lain adalah sekedar keberanian kita untuk meletak ulang bayangan masa depan yang realistik dan optimistik. Kedepan kita akan menjadi dan mewujud, sebuah bayangan transparan yang jujur, yang tanpa pretensi harus di tegakkan didepan kita untuk dijalani, kemudian di jadikan.

Sejak Sekarang.

Monday, June 21, 2010

The King of Duck

I come again to this place, located in the central business area of jakarta, place of mingle glowing with the prosperity symbols. Especially this wide corner they call it hang out cum eat place, chinese they do serve, those duck grilled with honey taste lick-able seasoning made me worry. How come i can stop my body to expanding, those cholesterol hike make me wanna stop.

I just pick carrot juice as opener, i don't take french style dining manner, just consider my blood rate as my reference, yes they paid for it but i have all the right to choose, they invite me anyway. I wish i own and run this place so i can come here every day, not for eating, just to watch people stay in the table and wait those dishes come one by one like a parade.

The sound of spoon and fork meeting those plates like a music, it sounds jazz sometimes but in the other day it will appear as mozart symphony, the harmony of chaos. Those french wannabe can not compete with such natural way of dining, people take everything available on the table, and digest it at the speed of conversation.

I hate this place since it can ruin my savings sometimes, but for today i just keep on worry on my stomach (it always happen before and after the meals) and for now while i am eating, i just pay my respect to those slaughtered duck who bring us pleasure and can not wait to be here again.

bon appetit

Friday, June 18, 2010

Keren

Menjemput Humam di klub bulutangkis nya membuat bangga, melihat dia sudah besar bergabung dengan kumpulan yang lebih banyak dan lebih besar. Aktivitas fisik yang dijalani anak energik ini di rumah memang kurang, amat sangat tidak memadai. Itulah maka ia terlihat begitu excited, melakukan semua drill training, push up, pull up, shit up, lari, loncat, dan berbagai aktivitas diikutinya dengan senang.

Pelatihnya Pak Pram sempat bilang betapa semangatnya Humam hari ini, mengingatkan saya ketika bertemu gurunya miss olga di doha, yang bilang hal yang sama menggaris bawahi kesenangan anak ini berhitung dan membaca. Dan kini disaat Humam memasuki aktivitas baru yang lebih fisikal, maka betapa senangnya saya karena dia mengawalinya dengan baik.

Kalau ada waktu saya pingin menjemput dan menyemangatinya setiap ada kesempatan, setiap saat dia stretch potensi dirinya yang meluap luap itu. Masa kanak kanak nya terasa amat singkat , hanya beberapa tahun kesempatan kami orang tuanya untuk memanfaatkan masa kecil ini supaya bisa berharga untuknya, untuk melangkah ke masa depannya kelak.

The Science of Nothingness

To digest the meaning in our life experience we may use so many route to contemplate, sometimes i do it through self talking, on the other occasion i just read the relevant text and then eureka !! the meaning struck me. At this moment meaningful interaction and discourse may become more engaging to do. Text can be made of plain text, it is also can be materialized through many forms including hyper text or even video text. Thats why media potentially bring a lot of impact to self and society.

Lately in Indonesian being struck by another flash light, the text form was porn, and the actor was truly media frenzy public figures. At the first it was originated by hypertext web 2.0, and then the propagation of public crack become totally crack down after find it way through terrestrial free media. Indonesia as one of the most populated country right now is already free, but the nation root to tradition avoid people on discussing sexual matters in public (besides health and marriage), what really happened the demand is so big and the supply is uncontrollably wrong.

Who can control internet ? nobodies. And so here in Jakarta the internet spreading those inappropriate imagery, and the conventional media become catapult to falsely spread those explicit material to innocent children and youngsters while justifying those who make this problem at the first time.

I still believe freedom can balance it self, but lately the balancing power still lies in the unworthy. Moral like have no place and authority, believe is relative and people can interpret and spread any meanings as they will. I still worry about the pandora of freedom, since media runs not by itself or not commanded by heart, the monetary benefit of such still occupy the rest.  

Saturday, June 12, 2010

Trust

Running business is not an easy adventure, its a venture of course, but beyond monetary things, people side of such business become more important, especially in the service business. Our customer is not our only focus before that we should treat our people inside the business and our partners humanly. I believe the key for that is trust and before gaining such luxury of trust we should try to build the building blocks of warm relations.

Five years a go i spent a week of my leave get in to the business of two entrepreneur, both are mature in the way they run people, they have a huge business built from scratch mainly using their personal reputation and hardwork. later i met a marketing director of one of the biggest IT co, he  also become a man of comfort giving us a sense of friendship beyond the technical nitty gritties, along our conversation he always avoid talking about the business he just made our lunch as a place to escape, in chinese customs people have to finish their food and talk about anything else before start 15 minutes business conclusion.

Trust become main ingredients, after that everything necessary will follow, will go through the right path as they should be.

Thursday, June 10, 2010

Do we have to ?

Do we have to crawl under the pole of hope ?
There is no such urgency of falling

There is no such rush in blood to join
I dont want to dance with your tunes anymore

I read the way you lead i read it loud
grabbing your rope and draw you inside
deep and getting deep
see...you fell under my spell
the switching cost for you so high

Do we have to dance together ?
now the call is yours to make !

Friday, May 21, 2010

Calculated or Exaggerated ?

We calculate by our mind, and sometimes by our heart. To get sober in calculating things we must depend on how true we are to our self. There is why sometimes counting numbers can lead to represent as greater than is actually the case; overstated.

I believe that before we count we must know what will be the consequences, since fail to count will lead to the failure it self. Numbers being communicated as a message transmitted to the audience, sometimes the number crunchers lie to get more attention, or talk more than what should be represented. People exaggerate the value of things they haven't got: everybody worships truth and unselfishness because they have no experience with them. Or on the other way around they may have all the experience , but never get caught.

Or just like Gibran said that exaggeration is a truth that has lost its temper.  

Thursday, May 20, 2010

Never Mind

The can do attitude become a behavior that lack from my week end, ussually i am deeply in love with homey surroundings, sound of birds, smell of earthly soils, feels of grass on my legs, and mainly conversations with folks at home. I kinda feel lazy of outing, people have to drag me out of my bed or sofa.

There is a love and hate relationship between me and my car, i love my ride while working and like to get rid of him on those holidays and weekends, thats why last week he was angry at me when he just stop the battery and stop dead in the basement of the office. I also hate my notebook, thats why i never take him back home, i just sunk him out every day, so obvious that every day end he don't want to be shut down, daily quarrels happening between me and this lousy vaio (just wait until i found my soulmate ...the iPad)

The subliminal of hatred happening between me and those symbols of working days, do i get bored with my daily routine like just everybody else ? and deep inside missing our family of joy and happiness ?

I want to volunteer to become a white mice of any mobile working trials .... any body care to hire ? or a just wanna take a short leave.

Wednesday, May 19, 2010

The Angel Dragon

Kerumitan ekonomi belakangan ini menempatkan para investor atau investment bankers sebagai biang keladi, namun sulit menafikan tumbuhnya ekonomi tanpa adanya investasi. Disamping para investor begundal yang hanya asik mempermainkan angka, ada pula sisi wajah lain yang lebih ramah manusiawi, mereka dikenal sebagai angel investor.

Angel investor istilah yang sudah lama dipakai, awalnya dulu populer di bisnis seni pertunjukan, produksi teater broadway tahun 70 an banyak di sokong oleh para malaikat ini. Istilah angel dipilih karena biasanya investor model begini masuk disektor riil menggunakan uang pribadinya, bukan pat guli pat alias galibang tulobang ;). Mereka tak lagi haus pure monetary return tapi sudah mencari value yg lebih dari investasinya, maka tak jarang mereka berperan sebagai mentor sibuk membimbing para entrepreneur tumbuh.

Di beberapa negara maju, statistik bisnis tak lagi melihat berapa populasi entrepreneur, belakangan  populasi angel investor menjadi faktor yang penting, seperti di inggris saja tercatat 6000 angel investor. Salah satu kemunculan di media ditampilkan di BBC, dalam reality show Dragons Den, 5 orang angel investor meng 'audisi' para entrepreneur yang berusaha meraih minat mereka untuk berinvestasi.

Dragons Den, memposisikan para angel investor dengan istilah yang menyeramkan, dan memang dalam program ini para 'Angel' bermutasi menjadi 'Dragon' menguliti habis bahkan menyerang para entrepreneur itu. Di A.S reality yang sama muncul dengan judul baru yang tak kalah seramnya: The Shark Tank. Setelah menyaksikan beberapa episode kedua acara tersebut saya melihat betapa penting investasi dibedakan dengan filantrophy, kritis dan agresifnya para angel investor tetap dibutuhkan dalam proses objektivikasi peluang bisnis yang di presentasikan. Toh meski negosiasi terkadang sangat menegangkan dan pedas, namun selalu para 'Dragon' dan 'Sharks' itu melepaskan majority share untuk tetap dipegang oleh si entrepreneur, artinya dilubuk terdalam mereka tetaplah 'Angel'.

Bisnis membutuhkan passion untuk berkembang, namun passion itu terkadang menjelma menjadi rasa memiliki yang emosional yang tak lagi obyektif, dibutuhkan orang lain untuk melihat dan merespon secara jernih, terkadang nilai dari kejernihan ini lebih mahal dari uang, dan inilah yang membedakan para angel dengan para spekulan haus darah.

Tuesday, May 11, 2010

stupid Me

Perumpamaan gelas kosong yang siap diisi selalu menjadi kisah yang diucapkan guru kepada murid untuk menyampaikan bahwa ketulusan dibutuhkan untuk melibatkan diri pada proses belajar. Di militer istilah pengosongan menjadi nyata ketika diawal pelatihan militer si calon prajurit di drill dan di tekan untuk melepaskan nilai nilai laten guna masuk ke sistem nilai baru yang baku.

Tentu saja kita tak boleh berhenti di tahap 'pengosongan' tahap logikal selanjutnya adalah tentu saja  'pengisian'. Dalam proses pengisian saya percaya pada laku repetitif, konsisten dan berkelanjutan. Kerja otak manusia yang unik membedakan otak itu dengan sistem memori komputer yang kumulatif, mekanikal dan rigid. Lihat saja Kumon yang menerapkan repetisi dan variasi sebagai upaya penanaman ide aritmatik.

Kini setiap pagi saya memilih melakukan ritual unik, ritual menanamkan kesadaran betapa polos dan bodohnya saya, semata mata untuk membuka hari dengan kesiapan menerima pengalaman hidup sebagai rangkaian proses belajar dan ikhtiar meniti kesadaran, lalu menutup setiap harinya itu dengan kepingan hikmah yang baru.

Monday, May 10, 2010

BoP : Fighting poverty with profitability

Belum lama ini Prof. Prahalad meninggal dunia, penulis Fortune at The Bottom of the Pyramid wafat dengan meninggalkan wasiat bahwa orang miskin yang digolongkannya berada di dasar piramida konsumsi sebenarnya adalah pasar yang layak untuk di garap.

Istilah BoP (Bottom of The Pyramid) jauh hari diperkenalkan oleh Roosevelt dalam salah satu magnum opus speech nya. Sebelum wafatnya sang Presiden (Kenapa kok insight begini selalu lahir diujung usia ? karena mereka sudah mencapai puncak piramida maslow-kah ?) mencoba menggaris bawahi bahwa betapa potensi ekonomi yang besar di dasar piramida perlu di dekati dengan pendekatan Bottom Up bukan Up to Bottom apalagi Trickle down.

Prahalad yang menggunakan pendekatan Developmental meyakini bahwa low income class sekarang adalah middle class masa mendatang, jadi para penghuni dasar piramida ekonomi perlu dilihat tak sebagai obyek charity, perlu dipandang potensinya, diberi kail dan di kembangkan sebagai wirausaha kecil kecilan untuk tumbuh terus. Prahalad melihat bahwa dengan melayani kebutuhan kaum papa dapat dikembangkan juga bisnis untuk mengentaskan mereka dari kemiskinan.

Salah satu bisnis model yang kemudian terlihat sukses adalah strategi minutes factory yang di jalankan secara konsisten oleh Bharti Airtel, pemain GSM terbesar di India. Upaya bharti untuk lebih memperhatikan AMPU ketimbang ARPU melalui upaya merasionalkan Cost, dan mengefektifkan performansi melalui peningkatan Volume sebagai multiplier dari AMPU kemudian menempatkan Bharti sebagai rujukan betapa low end market di industri seluler adalah segmen yang menguntungkan.

Yang luput dari pandangan bahwa distribusi seluler menggerakan usaha kecil isi ulang seperti di Indonesia, membuka banyak layanan pendukung lain, dan mengaktifkan perdagangan dengan entry barrier rendah di kalangan masyarakat luas di seluruh pelosok India, dan Indonesia.

Saturday, May 8, 2010

Its a Beautiful Day

...................

"What you don't have you don't need it now !"

U2

Friday, April 30, 2010

Couch Potato

Hadirnya HTML.5 dan semakin kuatnya afinitas kearah pengadopsian Teknologi Broadband fase generasi terbaru seperti HSPA, LTE dan EVDO rev B, belum lagi masa depan TV digital dengan DVBT semakin memberikan angin konvergensi multimedia ke dalam Internet, belakangan Google pun akan masuk dengan akan dilaunchnya perangkat google tv, TV berbasis OS android yang memungkinkan interface internet dan multimedia diakses dengan format memirsa televisi menggunakan keyboard sambil menghenyakkan diri di sofa empuk.

Demikian juga dengan konten, kini berbagai inovasi model bisnis mutakhir pasca TV Terstrial dan TV Kabel mulai diperkenalkan. Setelah era youtube, belakangan konten mengalir ke konsumen diperantarai oleh channel online milik media moghul (hulu.com), juga format brick'n'click yang menggabungkan digital conviniency, dengan pola rental klasik seperti yang ditawarkan netflix. Bahkan konsol game pun seperti sony psp, Wii dan XBox pun sudah bermutasi tak sekedar menjadi sarana permainan, kini mereka pun masuk menjadi kanal distribusi konten entertainment.

Industri elektronika konsumsi bergerak menyajikan fitur yang fenomenal, LED 3D yang semakin lebar, semakin tipis dan makin real. Pun ESPN yang berencana menampilkan piala dunia dengan format 3D, youtube mulai menampilkan konten 3D High Definition. Belum lah lagi Ultra Thin Window Walls TV, yang akan sangat lebar sekaligus sangat terlihat nyata seperti melihat ke jendela rumah kita. Ditambah juga dengan disempurnakannya HD TV menjadi Ultra Definition TV berkemampuan zooming.

Jika ruang keluarga kita semakin nyaman, waktu orang menyaksikan TV masa datang equals to Menonton TV + Waktu Baca Koran + Waktu browsing Internet + Main Game dll , maka time spent untuk menonton TV akan bertambah, agaknya ada peluang Industri indonesia memanfaatkan laju perubahan ini . Opportunity justru ada di konten kreatif nya, karena konteks budaya, bahasa, selera, dan mimpi adalah diferensiasi utama, atau berpuaskah kita hanya bermain di suplai kudapan lezat pengganti popcorn atau sekedar di industri furnitur Sofa Ultra nyaman pesaing Lazy Boy ?.

Industri kreatif  berpeluang bergeliat kearah menjadi Tuan rumah yang ramah buat pasar domestik maupun regional. Saatnya sekarang

Thursday, April 29, 2010

Is the losing game

Before we agree on how to value it
just remember one way or another
that giving is the only thing that matter
we are fool if we just wait to be served by the other
since loosing what we bare truly to our lover

To you the three jewel of my heart
I bow and offer you my self
your cry will be the sword slashing
your smile is the ray lightning

Love you all from this night till morning
at every beat of my merry heart in waiting

.....................

Membaca Humam Membaca

Belakangan saya menyaksikan deminishing of  passion humam membaca, setelah sukses menarik perhatiannya ke lego blocks, beberapa simulator di PC, Wii, dan aktivitas fisik, Humam mulai mengalami penurunan minat 'aca uku' (kata ini di sebut humam sejak dia baru mulai bicara)

Agak sedih, namun peristiwa ini perlu disikapi dengan aksi progresif revolusioner. Jadilah saya bersiasat untuk merangsang tumbuhnya minat baca Humam lagi. Kali ini saya ajak dia melihat website nya Kidzania, berbagai aktivitas tersaji dalam pola role playing, Humam memilih Pilot, dan Pembalap (so obvious), keinginannya besar untuk ke sana. Nah lalu saya kasih challange, kalau Humam bisa baca buku minimal 3 buku sehari, ok lah kita ke Kidzania. Tentu buku buku yang relevan dengan pilihan perannya itu, kebetulan buku tentang pilot dan mobil balap kita punya. Oh ya biar tambah seru saya juga akan membaca ulang buku buku itu sebelum tidur malam harinya.

Walhasil beberapa hari sempat Humam semangat membaca buku, tapi belakangan kembalilah ia ke Habit yang sudah terbentuk. Terkadang sepulang kantor saya lupa mengajak dia membaca bersama, sehingga agak loose kontrak belajar kita itu.

Memang Habit, kalau di hapus huruf awal H nya masih ada a Bit, kalau a kecil itu di hapus juga masih tersisa Bit, kalau B nya di buang masih ada kata it.......wow butuh stamina untuk konsisten

Malam ini kita coba lagi ya nak'

Wednesday, April 21, 2010

Sejarah berulang-ulang

Tulisan kali ini saya klasifikasikan sebagai coretan tentang data telekomunikasi di Kampong Indonesia, beberapa informasi sudah tak mutakhir namun kenyataannya itulah realitas paling akhir data yang kita punya, dibuang sayang.

Misalnya saja ternyata Pemerintah bilang bahwa teledensitas seluler sudah 62% tahun 2008, sementara fixed wireless masih 10%, dan PSTN 4%. Tentu telekomunikasi agak kesulitan menjangkau populasi yang totalnya sudah 228 Juta. Kondisi bahwa blackout telekomunikasi mungkin saja dialami di daerah rural terutama masyarakat berpenghasilan kecil, ada 172 Juta populasi yang spendingnya dibawah 200k sebulan.

Program USO 'Desa Berdering' dan 'Internet Kecamatan' diarahkan untuk menggarap pasar yang commercially unjustified, sementara kompetisi akan semakin intens di kota besar, dan Cluster ekonomis lainnya.

Broadband yang belakangan masuk pasar Indonesia memiliki peluang untuk tumbuh lebih besar lagi, kini penetrasi BB masih rendah (dibawah 1%), room for growth yang amat luas untuk pengembangan layanan baik konten maupun aksesnya. Konsumsi bandwidth kini telah dominan dimanfaatkan untuk messaging, gaming, browsing dan akses social media; masih banyak wilayah lain yang belum tergarap seperti video, business,  education dan berbagai vertical apps maupun komunitas lainnya.

Ketersediaan akses akan semakin bervariasi dan meluas, berlimpahnya supply ini akan membuat siklus penurunan tarif pasca kompetisi (price war), kembali menguntungkan konsumen dan masyarakat luas. Dorongan akseptabilitas cohort; dimana generasi yang lebih muda memiliki affinitas konsumsi bandwidth yang lebih besar akan dirasakan pengaruhnya dalam peningkatan demand terhadap layanan maupun konten.

Skenario transisi fixed to seluler, kedepan akan berulang seketika Wireless Broadband menuai critical mass nya.